TUGAS KITA BUKAN MENCARI ALLAH, TAPI MENYINGKAP HIJAB YANG MENUTUPI
Pernahkah kita bertanya…
“Untuk apa kita dihidupkan?
Apakah untuk mencari Allah, atau untuk menemukan kembali kesedaran yang telah kita lupakan?”
Mungkin selama ini kita keliru dalam memahami perjalanan spiritual.
Kita sibuk mencari Allah ke sana kemari, seolah-olah Dia berada jauh dan harus ditemukan.
Padahal Allah tidak pernah hilang.
Allah tidak pernah jauh bahkan DIA lebih dekat dari urat leher hambanya.
Yang jauh adalah kesedaran kita.
Yang tertutup adalah hati kita.
Yang lupa adalah diri kita.
Ego, nafsu, ambisi, ketakutan, keterikatan, bahkan rasa “aku sudah tahu” sering menjadi hijab yang membuat kita tidak mampu melihat dengan kejernihan.
Maka perjalanan spiritual bukan perjalanan untuk menemukan Allah yang hilang, tetapi perjalanan untuk menyingkap apa yang membuat kita lupa kepada-Nya.
Semakin hijab tersingkap, semakin kita menyedari:
Ternyata yang perlu ditemukan bukan Allah… tetapi diri yang telah terlalu lama lupa kepada Allah.
Dan mungkin itulah makna “kembali”.
Bukan kembali ke suatu tempat.
Tetapi kembali kepada kesedaran sebagai hamba.
Sebab pada akhirnya, bukan Allah yang perlu kita temukan.
Kitalah yang perlu kembali sedar dan menyaksikan exsustensiNya melalui 4 Tajali Namanya dalam diri.✨ Alif-Lam-Lam-Ha