Replymessage unavailable
Фотография
click to show
click to show
Peran manusia dan pemikiran kritis tetap sangat penting dalam menjaga keamanan siber meskipun penggunaan teknologi kecerdasan artifisial (AI) semakin marak. Head of Cybersecurity Education and Academic Affairs Kaspersky, Evgeniya Russkikh, mengungkapkan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi kelangkaan tenaga ahli keamanan siber di tengah lonjakan ancaman serangan berbasis AI.
Akibatnya, sebanyak 40 persen organisasi bisnis secara global tercatat pernah mengalami kerugian akibat serangan siber berbasis AI, sementara kawasan Asia Pasifik menyumbang 60 persen dari kesenjangan talenta siber dunia. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kolaborasi yang kuat antara akademisi, industri, dan pembuat kebijakan guna mencetak talenta digital yang kompeten.