Replymessage unavailable
Фотография
click to show
click to show
Paruh pertama tahun 2026 mencatat terjadinya lonjakan 257.976.333 serangan siber di Indonesia atau rata-rata mencapai 16 serangan setiap detik, yang melonjak 93,33% dibanding periode sebelumnya. Platform intelligence ancaman siber nasional dari PT Prosperita Sistem Indonesia, yaitu AwanPintar, mengidentifikasi bahwa eskalasi ancaman ini dipicu oleh semakin meluasnya attack surface akibat akselerasi transformasi digital serta masifnya pemanfaatan layanan cloud, AI, dan transaksi online.
Tiongkok dan Amerika Serikat menjadi negara sumber serangan siber yang paling dominan menargetkan infrastruktur digital di Indonesia, disusul ancaman dari Singapura yang memanfaatkan infrastruktur berlatensi rendah. Founder AwanPintar, Yudhi Kukuh, mengingatkan organisasi untuk memperkuat keamanan infrastruktur dan menerapkan autentikasi multifaktor agar dapat meminimalkan risiko kebocoran informasi serta kerugian finansial maupun reputasi.