Replymessage unavailable
Saya baru saja dapat informasi dari kawan:
Rencana Investasi Intel: Pada pertengahan tahun 1980-an, Intel mencari lokasi di Asia Tenggara untuk membangun pabrik perakitan dan pengujian chip (assembly and testing). Indonesia menjadi salah satu kandidat utama.
Alasan Penolakan: Pemerintah Indonesia pada masa Orde Baru, melalui Menteri Perindustrian Hartarto Sastrosoenarto, menolak proposal investasi tersebut. Alasannya adalah karena rencana Intel dianggap tidak sesuai dengan fokus kebijakan industri dalam Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) saat itu. Pemerintah menginginkan investasi di industri hulu yang lebih fundamental dan padat modal (seperti industri baja atau petrokimia), bukan industri perakitan yang dianggap berteknologi rendah dan hanya bersifat "tukang jahit". Pemerintah menginginkan transfer teknologi penuh, dari pengolahan pasir silikon hingga menjadi chip, bukan hanya bagian perakitannya saja.
Dampak Keputusan: Setelah ditolak oleh Indonesia, Intel mengalihkan investasinya ke Penang, Malaysia. Keputusan ini menjadi titik balik yang sangat signifikan. Investasi Intel menjadi pemicu utama yang mengubah Penang menjadi salah satu hub industri elektronik dan semikonduktor terpenting di dunia. Sementara itu, Indonesia kehilangan momentum besar untuk masuk ke dalam rantai pasok industri semikonduktor global pada era tersebut, sebuah peristiwa yang sering disebut sebagai salah satu "peluang yang hilang" dalam sejarah industri Indonesia.