Replymessage unavailable
Ссылка
click to show
click to show
Akhir-akhir ini saya banyak eksplorasi soal bagaimana memaksimalkan workflow dengan AI coding agent, dan ada satu insight menarik yang ingin saya bagikan.
Buat teman-teman yang pakai Antigravity atau AI coding assistant serupa, mungkin pernah merasakan hal yang sama: untuk task sederhana, workflow default sudah lebih dari cukup. Tapi begitu masuk ke fitur kompleks yang melibatkan tim Product atau butuh clarity soal User Journey, ada gap yang terasa.
Key takeaway dari eksperimen saya:
- Antigravity powerful untuk eksekusi, tapi sering skip fase "Product Specification" dan "Clarification" yang krusial.
- SpecKit bisa jadi "Phase Zero" sebelum coding, memaksa kita define PRD, edge cases, dan engineering design secara eksplisit.
- Tantangannya: artifact SpecKit dan Antigravity hidup di direktori berbeda, perlu sedikit modifikasi untuk sinkronisasi.
- Hasilnya: dokumentasi lengkap yang version-controlled, plus eksekusi agent yang presisi sesuai intent.
Intinya: stop "vibe coding", start specifying. Apalagi kalau membangun sesuatu yang mission-critical.
Buat yang penasaran detail implementasinya, saya sudah tulis lengkap di blog, Yuk Cek!
https://medium.com/google-cloud-indonesia/lebih-dari-sekadar-happy-path-menambahkan-speckit-ke-workflow-antigravity-4249261b5650