30 May 2025
ArdiФотография
Sumber dari Ryan Florence: https://x.com/ryanflorence/status/1928190268148248815/photo/1
Zain FathoniСсылка
Kalau dipahami secara mudah:
- React Router masih aman 👍 RSC optional ada di sini, gak harus kayak di Next.js
- Tetap pake nama Remix karena brand-nya udah kuat, dan banyak stock merchandise 🤣
- Emang bingung urutannya paling di awal aja. Kayak pertama kali naik sepeda. Tapi setelahnya lancar.
- React Router masih dipakai di Shopify, X.com, GitHub, ChatGPT, Linear, T3Chat, dan hampir 11jt project (ya walaupun banyak juga yang kecil2)
- Ada React Router Open Governance Model
- Remix berikutnya mau bebas dari aturan React official
- Team mereka udah besar banget + bareng Shopify, jadi tenang aja soal support
Pakai apa:
- Mulai project baru = React Router v7, direkomendasikan dengan mode Framework pake loader/action
- Maintain yang lama masih React Router v1-v6 atau Remix v1-v2 = Ya gapapa juga masih stable. Saya juga maintain beberapa apps beda-beda
- Nantinya ke depan sudah gak kuat pake React official = Remix v3
lukiGak ikut aturan react official maksudnya gimana ya
Catatan: Kerjaan (saya) dibayar paling tinggi memang tetap pakai React, masih 100% all in
Jawaban: React makin ke sini makin ribet dan bloated, lihat saja docs-nya
Misal hingga perlu adanya RSC dan hooks seperti useEffect, useMemo, dsb itu juga sumber dari keribetan
Kayak JavaScript framework fatigue, ini bahkan React fatigue
Kerjaan tetap lancar, tapi keep up to date sama perubahan React akhir-akhir ini, terutama RSC, juga bikin capek
Karena itu Remix berikutnya mulai dari v3 mau lepas dari "React official", biar bisa bebas eksplorasi solusi yang paling simple dan ringan dengan Preact dan standard Web API
Tapi rasanya tetap kayak React, dengan filosofinya mau kayak/ala Ruby on Rails
Tujuannya biar bikin web app, bahkan hingga sekelas Shopify ("kayak" Tokopedia tapi jauh lebih besar), pun bisa lebih simple lagi
Replymessage unavailable
Preact udh kompatibel sama semua library react gk ya? Soalnya dulu kayak cuma beberapa library aja
Haidar HanCatatan: Kerjaan (saya) dibayar paling tinggi memang tetap pakai React, masih 100% all in
Jawaban: React makin ke sini makin ribet dan bloated, lihat saja docs-nya
Misal hingga perlu adanya RSC dan hooks seperti useEffect, useMemo, dsb itu juga sumber dari keribetan
Kayak JavaScript framework fat
"...biar bisa bebas eksplorasi solusi yang paling simple dan ringan dengan Preact dan standard Web API"
Eh, mksdnya pindah dari React ke Preact atau lebih ke jadi modular ke UI Library lain alias jadi wrapper si Remix nya? Soalnya di artikelnya yg ku tangkep dia bakal jadi agnostik, salah satu langkah awalnya ngadopsi Preact duku, mungkin kedepannya bakal ke yg lain (?) 🤔
lukiPreact udh kompatibel sama semua library react gk ya? Soalnya dulu kayak cuma beberapa library aja
Gak semua compatible
Tapi yang terkenal rata-rata sudah
Nara"...biar bisa bebas eksplorasi solusi yang paling simple dan ringan dengan Preact dan standard Web API"
Eh, mksdnya pindah dari React ke Preact atau lebih ke jadi modular ke UI Library lain alias jadi wrapper si Remix nya? Soalnya di artikelnya yg ku tangkep dia bakal jadi agnostik, salah satu lang
- Pindah ke Preact
- Modular kit, tapi modular wrapper tidak disebut, sehingga lihat nanti
- Kalau memang sudah ada kepastiannya, kalo gitu bakal ada sebutan Vue, Svelte, dsb tapi di situ tidak ada
- Saya nangkepnya "starting from forking Preact" bukan udah pasti lanjut ke library lain
Haidar Han- Pindah ke Preact
- Modular kit, tapi modular wrapper tidak disebut, sehingga lihat nanti
- Kalau memang sudah ada kepastiannya, kalo gitu bakal ada sebutan Vue, Svelte, dsb tapi di situ tidak ada
- Saya nangkepnya "starting from forking Preact" bukan udah pasti lanjut ke library lain
Фотография
click to show
click to show
Hmmm, menarik. Eh tapi ada beberapa statement yg membuat rancu sih, kaya gini
"...modular toolkit" (asumsiku dia ngejar konsep portability, jadi agnostik)
"...without leaning on layers of abstraction we don't control" (kalo pindah ke Preact, emg dijamin bakal bisa dikontrol juga? memang sih authornya itu engineer dari Shopfiy, tapi apakah bakal jadi hak milik shopify?)
"We're starting with a fork of Preact.." (aku nangkepnya, "kita mulai coba dulu ke yg paling deket sama React dulu)
Replymessage unavailable
Dan kalo Remix cuman pindah doang ke preact, kenapa ga bikin "preact-router" aja? 😆
Fresh aja milik Deno ga naik pake preact, malah kalah sama Bun + Hono ahahah
NaraHmmm, menarik. Eh tapi ada beberapa statement yg membuat rancu sih, kaya gini
"...modular toolkit" (asumsiku dia ngejar konsep portability, jadi agnostik)
"...without leaning on layers of abstraction we don't control" (kalo pindah ke Preact, emg dijamin bakal bisa dikontrol juga? memang sih author
Ujung2nya memang nunggu ada preview release baru bisa lebih jelas
Keliatannya Remix berikutnya mau lebih dari sekadar Router dan bukan sekedar Preact, tapi the whole toolkit to build web apps
Nama Preact Router terlihat jelek. Saya ada poin branding di chat atas, mereka mau keep Remix brand
Fresh terlalu nempel sama Deno, secara experience masih lebih smooth dengan Node.js dan Bun
Replymessage unavailable
Izin share ya teman-teman!
🚨 Fitur baru di MySocialGuard!
Sekarang, selain bisa lapor dan cek akun media sosial mencurigakan, kamu juga sudah bisa lapor dan cek nomor telepon yang terlibat:
📞 Penipuan
🕵️♂️ Penyamaran
📲 Spam & pesan mencurigakan
⚠️ Aktivitas merugikan lainnya
💡 Semuanya gratis dan mudah diakses.
🔗 Cek langsung di: www.mysocialguard.com
Terima kasih.
#MySocialGuard #LaporPenipuan #WaspadaOnline
Replymessage unavailable
Izin share ya teman-teman!
🚨 Fitur baru di MySocialGuard!
Sekarang, selain bisa lapor dan cek akun media sosial mencurigakan, kamu juga sudah bisa lapor dan cek nomor telepon yang terlibat:
📞 Penipuan
🕵️♂️ Penyamaran
📲 Spam & pesan mencurigakan
⚠️ Aktivitas merugikan lainnya
💡 Semuanya gratis dan mudah diakses.
🔗 Cek langsung di: www.mysocialguard.com
Terima kasih.
#MySocialGuard #LaporPenipuan #WaspadaOnline
NaraDan kalo Remix cuman pindah doang ke preact, kenapa ga bikin "preact-router" aja? 😆
Fresh aja milik Deno ga naik pake preact, malah kalah sama Bun + Hono ahahah
Kan tujuannya “Zero Dependencies”.
Itu yg dipake fork-nya Preact. Dan seingetku creatornya Preact juga udah kerja di Shopify.
Jadi ya bayangin aja ini kayak geng framework baru semacam Vercel yg rekrut sana-sini (termasuk creator Webpack, Formik, & Svelte).
Bedanya ini yg ngelakuin Shopify.
> Kenapa ga pake Preact aja?
Ini sama kayak bilang “Kenapa Next.js ga pake Webpack aja? Kok malah bikin Turbopack.”
Ya karena mereka punya visi sendiri yang independen terhadap Webpack.
31 May 2025
Zain FathoniKan tujuannya “Zero Dependencies”.
Itu yg dipake fork-nya Preact. Dan seingetku creatornya Preact juga udah kerja di Shopify.
Jadi ya bayangin aja ini kayak geng framework baru semacam Vercel yg rekrut sana-sini (termasuk creator Webpack, Formik, & Svelte).
Bedanya ini yg ngelakuin Shopify.
> Ke
I see. Yg mereka pake itu "forknya preact" ya, ibarat mereka itu develop Cursor yg forknya VSCode ya Om? tapi balik lagi sih betting nya lumayan jg kalo pake Preact ya, menarik untuk diliatt
Zain FathoniKan tujuannya “Zero Dependencies”.
Itu yg dipake fork-nya Preact. Dan seingetku creatornya Preact juga udah kerja di Shopify.
Jadi ya bayangin aja ini kayak geng framework baru semacam Vercel yg rekrut sana-sini (termasuk creator Webpack, Formik, & Svelte).
Bedanya ini yg ngelakuin Shopify.
> Ke
Фотография
click to show
click to show
Di artikel lain jg bilang gini sih, jadi keknya bener jg ya Remix bakal fokus gunain Preact yg notabene "milik" si Shopify, menarikk
Zain FathoniKan tujuannya “Zero Dependencies”.
Itu yg dipake fork-nya Preact. Dan seingetku creatornya Preact juga udah kerja di Shopify.
Jadi ya bayangin aja ini kayak geng framework baru semacam Vercel yg rekrut sana-sini (termasuk creator Webpack, Formik, & Svelte).
Bedanya ini yg ngelakuin Shopify.
> Ke
Preact dibuat oleh Jason Miller, saat ini Platform DX di Shopify.
Semua yang sudah ada jalan pun masih aman, oke, dipakai di production, terus di-maintain:
- React Router v1 - v7
- Remix v1 - v2
Ini saja sudah sangat mencukupi. Dokumentasi masih lengkap. AI/LLM via Context7 juga oke.
Fokus baru untuk Remix v3 mau "simplicity, clarity, performance" yang memang sulit ditemukan di tempat lain: React saat ini, Vue, Angular, Svelte, Solid, Qwik, TanStack Start, Redwood, dsb.
Lalu juga "zero dependencies" dan "no bundle" yang sulit di library/framework JavaScript lain, makanya mau lepas dari React dan bahkan Preact di-fork, dengan DX yang masih ala React/JSX/components.
Kalau pun kita gak mau/bisa pake Remix v3 berikutnya juga gapapa, masih stay di React Router & Remix.
Ujung2nya akan perlu ada grup Remix Indonesia 🤣 tapi bukan dugem
lukiVisi nya berat juga ya
Bayangkan Telegram ini juga visinya dari awal juga berat, bahkan jauh lebih berat dibanding JavaScript framework
Karena bahkan dipakai untuk politik dan komunikasi banyak manusia sedunia
Artinya, teknologi manapun yang berpengaruh besar pasti tanggung jawab berat/besar
Replymessage unavailable
Фотография
click to show
click to show
🚨 Belajar coding sendirian = overthinking + stuck + gak ngerti-ngerti
Coba deh ngerasain belajar bareng mentor langsung, GRATIS.
Hexchool ngadain Trial Class React – buat pemula banget!
📆 Jum’at, 13 Juni 2025 – jam 19.00 WIB
💻 Live Zoom
Daftar sekarang (slot terbatas):
👉 https://bit.ly/trialhexchool